Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Ketahanan Pangan Bukan Isu Sederhana, Integrasi Matra TNI Jadi Kunci Kedaulatan Nasional Gubernur Khofifah Nilai SMKN 1 Buduran Jadi Role Model Nasional Pendidikan Vokasi Berbasis Industri KONI Pusat Nilai Lari Trail Berpotensi Berprestasi Global Layanan Peserta PBI JKN Tetap Berjalan Selama Tiga Bulan KKN Pertanahan Perkuat Kompetensi Mahasiswa di Bidang Agraria Presiden Dorong Profesionalisme TNI–Polri di Rapim 2026

Ekonomi & Bisnis

Mensesneg Ingatkan K/L Fokus pada Program APBN yang Berdampak Nyata

badge-check


Mensesneg Ingatkan K/L Fokus pada Program APBN yang Berdampak Nyata Perbesar

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengingatkan kementerian/lembaga (K/L) untuk memprioritaskan pengalokasian anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada program-program yang memberikan dampak nyata dan produktif bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Prasetyo Hadi saat memberikan pengarahan terkait pelaksanaan APBN Tahun 2026 di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

“Kami mohon kesediaannya untuk memperbaiki penganggaran di setiap K/L masing-masing untuk kegiatan-kegiatan yang memang berdampak dan produktif,” ujar Prasetyo.

Ia menyampaikan apresiasi kepada K/L yang telah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi dan realokasi anggaran agar fokus pada program-program yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, tahun lalu kita sudah berhasil melakukan perubahan yang sangat mendasar terhadap postur APBN kita. Tetapi kita tidak boleh berpuas diri karena apa yang kita lakukan tahun lalu tentu harus dilanjutkan dan diperbaiki untuk 2026,” katanya.

Salah satu prioritas pemerintah saat ini, lanjut Mensesneg, adalah revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa pada 2025 pemerintah menyelesaikan renovasi sekitar 16 ribu sekolah, dan jumlah tersebut akan ditingkatkan secara signifikan pada 2026.

“Kalau setiap tahun kita hanya mampu memperbaiki sekitar 16 ribu sekolah, butuh puluhan tahun untuk menyelesaikan 330 ribu sekolah. Oleh karena itu, Presiden menghendaki agar pada 2026 kita dapat memperbaiki sekitar 60 ribu sekolah, sehingga dalam lima tahun seluruhnya bisa diselesaikan,” jelasnya.

Di akhir arahannya, Prasetyo menegaskan kembali pentingnya pengelolaan keuangan negara yang akuntabel, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil.

“Kami berharap setiap sekretaris jenderal di masing-masing kementerian memiliki kepekaan yang sama terhadap rencana belanja. Semangatnya, setiap rupiah yang dikeluarkan harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang diharapkan,” tegasnya.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat khusus di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025), sebelum bertolak ke Australia. Presiden menugaskan Mensesneg untuk mengoordinasikan penyerapan anggaran lintas kementerian serta mengawasi penggunaan transfer ke daerah agar berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Tren Ekonomi Jatim Berlanjut di 2026, Didukung Investasi dan PMTB Tumbuh 6,66 Persen

9 February 2026 - 07:48 WIB

OJK Fokus Jaga Stabilitas Industri ITSK dan Aset Digital

8 February 2026 - 23:33 WIB

Menko Pangan Dorong Stabilitas Harga lewat Penyerapan Gabah

8 February 2026 - 23:25 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis