Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Konektivitas Jatim–Uzbekistan, Dukung Pengembangan Wisata Religi dan Ziarah HIKAM Karesidenan Kediri Konsolidasikan Peran Alumni Lewat Halal Bihalal, Teguhkan Komitmen Mengaji, Berdakwah, dan Berkhidmat untuk Umat Gubernur Khofifah Dorong Talenta Murid Jatim Tembus Dunia, Perkuat Prestasi Lewat Ajang Kompetisi 2026 HIKAM Madiun Raya Konsolidasikan Ukhuwah melalui Halal Bihalal, Perkuat Peran Keluarga dalam Mencetak Generasi “Bener” Gubernur Khofifah Imbau Kepala Daerah Tinjau Langsung Pelaksanaan MBG, Pastikan Distribusi dan Kualitas Layanan Terjaga Kemendikdasmen Optimalkan Teknologi di Sekolah 3T

Ekonomi & Bisnis

Pengangguran Terendah sejak 1998, Ada 3,59 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta di 2025

badge-check


Pengangguran Terendah sejak 1998, Ada 3,59 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta di 2025 Perbesar

Indonesia mencatat tonggak penting di awal 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 turun menjadi 4,76 persen—angka terendah sejak krisis moneter tahun 1998. Momentum positif ini juga ditandai dengan penciptaan 3,59 juta lapangan kerja baru di seluruh sektor ekonomi.

Kondisi ketenagakerjaan nasional menunjukkan tren membaik, meski dunia masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global. Indikator kualitas pekerjaan juga mengalami peningkatan. Proporsi pekerja penuh naik dari 65,6 persen menjadi 66,2 persen. Sementara itu, angka setengah pengangguran menurun dari 8,5 persen menjadi 8,0 persen, dan pekerja paruh waktu turun tipis dari 25,9 persen menjadi 25,8 persen.

“Di tengah tantangan global, pasar kerja kita tetap tangguh. Ini mencerminkan resiliensi dan efektivitas kebijakan lintas sektor,” ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (9/5/2025).

Tiga sektor utama menjadi penopang penciptaan lapangan kerja terbesar. Sektor perdagangan menyerap 980 ribu tenaga kerja baru, disusul pertanian sebanyak 890 ribu orang, dan industri pengolahan 720 ribu orang.

Di sektor industri pengolahan, subsektor industri alas kaki menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak, yaitu 172 ribu orang. Industri makanan kecil menyumbang 137 ribu pekerjaan, dan industri komponen sepeda motor menambah 117 ribu lapangan kerja.

Menaker Yassierli menegaskan, capaian ini merupakan hasil dari kerja sama erat antara kementerian, pelaku usaha, serikat pekerja, serta mitra pembangunan. Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ini.

“Meski tren saat ini positif, ketidakpastian ekonomi global dan potensi perang tarif masih menjadi risiko yang harus diantisipasi. Kami akan terus mendorong produktivitas dan daya saing tenaga kerja nasional,” tambahnya.

Pencapaian ini menjadi harapan baru bagi angkatan kerja Indonesia, terutama generasi muda dan pencari kerja baru. Dengan fondasi ketenagakerjaan yang semakin kuat, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk membangun ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Baca Lainnya

Sertifikat Wakaf Diserahkan, Kepastian Hukum Rumah Ibadah Diperkuat

4 April 2026 - 04:09 WIB

Pembaruan Data Pertanahan Dukung Tata Ruang yang Lebih Akurat

4 April 2026 - 04:05 WIB

LPS Percepat Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah

4 April 2026 - 00:25 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis