Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Talenta Murid Jatim Tembus Dunia, Perkuat Prestasi Lewat Ajang Kompetisi 2026 HIKAM Madiun Raya Konsolidasikan Ukhuwah melalui Halal Bihalal, Perkuat Peran Keluarga dalam Mencetak Generasi “Bener” Gubernur Khofifah Imbau Kepala Daerah Tinjau Langsung Pelaksanaan MBG, Pastikan Distribusi dan Kualitas Layanan Terjaga Kemendikdasmen Optimalkan Teknologi di Sekolah 3T Sertifikat Wakaf Diserahkan, Kepastian Hukum Rumah Ibadah Diperkuat Pembaruan Data Pertanahan Dukung Tata Ruang yang Lebih Akurat

Ekonomi & Bisnis

Presiden Prabowo Fokus Tingkatkan Lifting Migas dan Percepat Hilirisasi Industri

badge-check


Presiden Prabowo Fokus Tingkatkan Lifting Migas dan Percepat Hilirisasi Industri Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi sektor energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi (lifting migas) maupun percepatan program hilirisasi industri strategis.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai mengikuti pertemuan bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

“Presiden Prabowo memberi perhatian serius terhadap peningkatan lifting migas nasional. Salah satunya dilakukan melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S),” ungkap Bahlil.

Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan digelar pertemuan besar yang dihadiri oleh perwakilan dari 46 negara untuk membahas penguatan kerja sama K3S dalam rangka peningkatan lifting nasional.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan percepatan hilirisasi. Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan implementasi proyek-proyek hilirisasi strategis yang menjadi bagian dari peta jalan industrialisasi nasional.

“Kami berdiskusi tentang bagaimana mempercepat hilirisasi yang juga terkait dengan peningkatan lifting. Presiden akan menindaklanjuti proyek-proyek hilirisasi yang telah disiapkan untuk segera diimplementasikan,” lanjut Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, fokus hilirisasi yang disampaikan mencakup sektor nikel, yang menjadi bahan baku utama dalam pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik, serta pengembangan proyek DME (dimethyl ether) sebagai pengganti bahan bakar LPG.

“Kita akan mendorong hilirisasi nikel untuk membangun ekosistem baterai mobil listrik dan juga proyek DME sebagai substitusi energi nasional,” ujar Bahlil.

Pertemuan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi dan mewujudkan kemandirian industri melalui sinergi antarkementerian dan kerja sama global. (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Sertifikat Wakaf Diserahkan, Kepastian Hukum Rumah Ibadah Diperkuat

4 April 2026 - 04:09 WIB

Pembaruan Data Pertanahan Dukung Tata Ruang yang Lebih Akurat

4 April 2026 - 04:05 WIB

LPS Percepat Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah

4 April 2026 - 00:25 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis