Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Tegaskan Pasar Murah Bukan Saingi Pasar Tradisional, Tapi Komplementer Kendalikan Inflasi Haul Sunan Ampel ke-549 Jadi Momentum Muhasabah, Khofifah Ajak Perkuat Moral dan Tata Krama Indonesia–Australia Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan Lewat Traktat Strategis BSPS Jadi Solusi Peningkatan Kualitas Hunian Masyarakat Rentan Wamenaker Dorong Hubungan Industrial yang Adil dan Berkelanjutan Puluhan Juta Warga Terlindungi dari Penipuan Berkat Sistem Anti-Spam

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Khofifah Tegaskan Pasar Murah Bukan Saingi Pasar Tradisional, Tapi Komplementer Kendalikan Inflasi

badge-check


Gubernur Khofifah Tegaskan Pasar Murah Bukan Saingi Pasar Tradisional, Tapi Komplementer Kendalikan Inflasi Perbesar

SURABAYA, 7 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Lapangan Tambak Wedi Kec. Kenjeran, Kota Surabaya, Jumat (6/2) pagi, sebagai upaya stabilisasi harga bahan pokok bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pasar Murah ini digelar sebagai langkah konkret Pemprov Jatim dalam memperluas jangkauan pelayanan kebutuhan pokok kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang meningkatnya permintaan pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. 

“Ramadhan sudah semakin dekat, setidaknya kurang dua minggu lagi Insya Allah kita sudah masuk bulan suci Ramadhan lalu Hari Raya Idul Fitri. Tentu permintaan akan bahan pokok akan meningkat. Sehingga melalui Pasar Murah ini masyarakat bisa mendapat bahan baku yang terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga,” ujar Khofifah.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp 11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Bahkan di Pasar Murah ini juga menjual Cabai rawit merah seharga Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.

"Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi di Pasar Murah juga kita sediakan kebutuhan bumbu dapur dengan harga terjangkau," terangnya. 

Khofifah menuturkan, kegiatan Pasar Murah Pemprov Jatim adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan telah digelar secara masif di berbagai daerah. 

"Bersama-sama kita jaga pasokannya sehingga tetap aman. Harganya pun tetap ramah di kantong masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga menegaskan bahwa Pasar Murah Pemprov Jatim adalah komplementer bagi program dan tugas pemerintah kabupaten/kota dalam melayani masyarakat. 

Khususnya juga di wilayah pinggiran dan Hinterland Kota Surabaya di kawasan Tambak Wedi ini. Dimana tujuannya, guna memperkuat upaya penanganan persoalan ekonomi di daerah.

"Ini sifatnya adalah komplementaritas dengan tugas-tugas Pemkab dan Pemkot. Jadi kita saling melapisi saja. Apa yang dilakukan Kab/Kota kita melapisi dengan Pasar Murah oleh Pemprov Jatim," tegasnya.

Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok, Pasar Murah Tambak Wedi juga diramaikan oleh stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Beragam produk dan jajanan turut ditawarkan dan mendapat sambutan antusias dari warga.

"Mudah-mudahan berkah manfaat untuk semua," harapnya. 

Sementara itu, Nur Hasanah (warga Tambak Wedi) mengaku sangat bersyukur karena selain bisa membeli sembako murah, ia juga mendapatkan beras gratis dari Gubernur Khofifah.

"Alhamdulillah tadi saya rencana mau beli beras dan minyak goreng dan malah mendapat gratis dari Ibu Gubernur," terangnya. 

Hal yang sama juga disampaikan Sunarsih. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Pasar Murah karena selisih harga yang jauh dari normalnya di pasaran. 

"Alhamdulillah murah sekali. Saya mau sekali kalau bisa setiap hari, tetap akan antri karena murah," ucapnya antusias. 

 

Baca Lainnya

Wamenaker Dorong Hubungan Industrial yang Adil dan Berkelanjutan

7 February 2026 - 01:45 WIB

Puluhan Juta Warga Terlindungi dari Penipuan Berkat Sistem Anti-Spam

7 February 2026 - 01:33 WIB

Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Jadi Panduan Transisi Ekonomi Hijau

7 February 2026 - 01:22 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis