Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban

Sosial & Budaya

Kemkomdigi dan DEN Perkuat Perlinsos Digital demi Bantuan Sosial Lebih Efektif dan Akurat

badge-check


Kemkomdigi dan DEN Perkuat Perlinsos Digital demi Bantuan Sosial Lebih Efektif dan Akurat Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transformasi digital dalam sistem perlindungan sosial melalui penerapan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital berbasis Digital Public Infrastructure (DPI). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshori Yusuf menjelaskan bahwa digitalisasi perlindungan sosial menjadi solusi untuk meminimalkan berbagai persoalan dalam distribusi bansos, termasuk kesalahan data penerima maupun masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum terjangkau.

Melalui sistem berbasis DPI, data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), kartu keluarga, hingga data sosial ekonomi masyarakat akan terintegrasi dalam satu platform digital. Integrasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses verifikasi dan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan.

Pemerintah menilai selama ini masih terdapat tantangan berupa inclusion error dan exclusion error dalam distribusi bansos. Inclusion error terjadi ketika bantuan diterima pihak yang tidak berhak, sementara exclusion error terjadi ketika masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya. Kehadiran sistem digital diharapkan dapat menekan kedua persoalan tersebut.

Selain meningkatkan ketepatan sasaran, digitalisasi Perlinsos juga disebut mampu menghadirkan proses penyaluran bansos yang lebih cepat, efisien, serta mudah dipantau secara transparan oleh pemerintah maupun masyarakat. Sistem tersebut juga mendukung penguatan tata kelola data sosial nasional agar lebih terintegrasi dan mutakhir.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam perlindungan sosial menjadi bagian dari percepatan transformasi digital nasional. Pemerintah berharap implementasi DPI dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini, pemerintah terus memperluas uji coba Perlinsos Digital di sejumlah daerah sebagai langkah menuju penerapan nasional secara bertahap. Program tersebut diharapkan mampu mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih efektif.

Sumber : InfoPublik

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional

2 August 2026 - 07:42 WIB

Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga

2 August 2026 - 03:55 WIB

Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia

1 August 2026 - 11:35 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya