Banda Aceh, Petik – Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penanganan serta pemulihan pascabencana. Informasi yang tepat dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi di wilayah terdampak.
Menurut Safrizal, perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat membuat masyarakat harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Di tengah derasnya penyebaran konten digital, keakuratan informasi menjadi hal utama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kepanikan di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa komunikasi publik memiliki peran strategis dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Karena itu, pemerintah terus mendorong lahirnya kreator informasi lokal yang mampu menyampaikan informasi secara benar, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Safrizal juga mengapresiasi pelaksanaan Workshop Kreator Informasi Lokal yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Banda Aceh. Kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas para pembuat konten dan pegiat informasi agar lebih profesional dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Selain membantu masyarakat memperoleh informasi yang valid, penyampaian informasi yang akurat juga dinilai penting untuk menjelaskan berbagai tantangan penanganan bencana di lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan tahapan yang kompleks, mulai dari validasi data, penyesuaian kondisi geografis, hingga verifikasi legalitas lahan.
Pemerintah melalui Satgas PRR berkomitmen terus menyediakan informasi berkala terkait perkembangan penanganan pascabencana di wilayah Sumatra, khususnya Aceh. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan pemulihan secara terbuka dan transparan.
Di sisi lain, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, media, komunitas, dan kreator konten dapat memperkuat komunikasi publik sehingga proses pemulihan pascabencana berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sumber: InfoPublik



















