TULUNGAGUNG, 18 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi produk hasil program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan para siswa di SMKN 1 Tulungagung. Apresiasi itu disampaikan saat meninjau Program SIKAP di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5).
Betapa tidak, dikenal sebagai satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jawa Timur, sekolah ini memiliki berbagai program dan fasilitas keahlian seperti Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Selain itu, sekolah ini juga memiliki keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia, Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Perikanan Air Tawar, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, hingga Pengawasan Mutu Hasil Pertanian.
Untuk itu, dalam kunjungan ke SMKN 1 Tulungagung, Gubernur Khofifah turut meninjau ternak sapi, ternak kambing, serta ternak ayam pedaging dan ayam potong milik SMKN 1 Tulungagung.
Gubernur Khofifah juga meninjau Ruang Praktek Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi) di mana ia menyaksikan dan mencoba langsung proses pengolahan ikan yang diproduksi para siswa.
"Salah satu yang saya saksikan adalah bagaimana kulit ikan patin itu kemudian diproses di sini. Oleh karena itu, tadi saya langsung menyampaikan kepada Pak Kadisdik bahwa ini sesungguhnya ada sesuatu yang bisa kita siapkan dengan TTG atau Teknologi Tepat Guna. Sehingga dipastikan bahwa kulit ikan yang digoreng tidak ada yang mentah dan tidak ada yang gosong," katanya.
Maka, untuk membantu produk yang diolah bisa naik kelas, Gubernur Khofifah spontan memesan vacuum frying dengan kapasitas 5 kg dan 10 kg untuk diberikan ke SMKN 1 Tulungagung. Dengan bantuan alat tersebut, diharapkan proses pengolahan makanan dapat mencapai hasil yang sesuai standar.
"Insya Allah nanti ketika kita sudah mulai naik kelas, kita juga harus menjaga higienitasnya. Kemudian, produk bisa tahan minimal 8 bulan tanpa bahan pengawet,” kata Gubernur Khofifah.
“Kalau vacuum frying ini kemudian bisa digunakan, dan produknya bisa saya dapatkan trialnya, saya rasa sudah saatnya hilirisasi dari produk-produk SIKAP ini naik kelas," jelasnya.
Lebih jauh, untuk mencapai hilirisasi dan produk SIKAP naik kelas, Gubernur Khofifah menyarankan sekolah untuk ikut dalam acara-acara dan pameran. Sehingga, setiap sekolah bisa membangun jejaring bahkan ke tingkat internasional.
"Ikut acara-acara seperti BI yang sudah prestisius, siapa tahu nasib baik dari SMKN 1 Tulungagung produknya bisa dikonsumsi tamu-tamu internasional. Inilah pentingnya jejaring, anak-anakku,” tegasnya.
“Inilah pentingnya sinergi, anak-anakku. Inilah pentingnya kolaborasi, anak-anakku. Dari semua guru, dari semua mentor dan kepala sekolah, saya mohon semua terus memberikan penguatan," imbuh Gubernur Khofifah.
Dalam implementasi Program SIKAP, SMKN 1 Tulungagung mengembangkan konsep agribisnis siap panen melalui budidaya berbagai komoditas seperti melon, cabai rawit, kangkung, rosella, kopi, dan jeruk.
Sekolah tersebut juga melaksanakan program tebar benih ikan patin sebanyak 7.500 benih sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan dan pembelajaran berbasis praktik bagi siswa.
Selain melakukan peninjauan, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu juga ikut memanen lombok, bayam merah, juga melon varietas sweet net 8, diva 15, serta sakata sebelum akhirnya menabur benih ikan patin di kolam budidaya sekolah tersebut.
"Untuk hewan ternak, kita juga harus pikirkan bagaimana sesungguhnya kita mewujudkan animal welfare. Bagaimana agar hewan ternak ini happy.
Jadi pembelajaran-pembelajaran seperti ini sekarang sedang berproses. Oleh karena itu di semua SMK, SMA, atau SLB yang menerapkan SIKAP, saya rasa memang we have to improve,” tandasnya.
“Ilmu ini terus bergerak dinamik. Mari kita terus belajar, jangan pernah berhenti untuk menemukenali terutama hal-hal yang update agar bisa maksimalisasi dari seluruh proses apakah sektor hortikultur, pertanakan, maupun perikanan di unit kita masing-masing," pungkas Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi tinggi atas penguatan pendidikan vokasi dan ketahanan pangan lewat SIKAP yang telah berjalan di 97 SMK/SMA/SLB di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Di Kab. Tulungagung, tercatat 27 sekolah pelaksana yang meliputi 14 SMA, 10 SMK, dan 3 SLB. Sementara Kab. Trenggalek melibatkan 24 sekolah yang terdiri atas 12 SMA, 9 SMK, dan 3 SLB. Adapun Kab. Pacitan menjadi wilayah dengan jumlah pelaksana terbanyak yang mencatatkan angka 46 sekolah, terdiri dari 10 SMA, 31 SMK, dan 5 SLB.
Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan biaya pendidikan Rp 1 juta kepada 30 murid berprestasi dari keluarga pra sejahtera. Ke-30 murid itu merupakan 10 siswa-siswi dari masing-masing Kab. Tulungagung, Kab. Pacitan, dan Kab. Trenggalek. Bahkan, dirinya menyempatkan diri membagikan sembako untuk petugas kebersihan dan keamanan di lingkungan SMKN 1 Tulungagung.




















