Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026

Ekonomi & Bisnis

Menkeu Sebut Panda Bond Berpotensi Perluas Investor dan Turunkan Biaya Pendanaan Negara

badge-check


Menkeu Sebut Panda Bond Berpotensi Perluas Investor dan Turunkan Biaya Pendanaan Negara Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah tengah menyiapkan penerbitan panda bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan negara sekaligus upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global. Instrumen tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa panda bond merupakan surat utang yang diterbitkan di pasar keuangan China menggunakan mata uang Renminbi atau Yuan. Kehadiran instrumen ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan internasional Indonesia dengan biaya pendanaan yang lebih kompetitif.

Menurutnya, diversifikasi pembiayaan melalui panda bond akan membantu menekan kebutuhan pemerintah terhadap dolar AS sehingga tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Selain itu, pasar keuangan China yang besar dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat basis investor global.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa sejumlah lembaga keuangan besar asal China menunjukkan minat terhadap penerbitan panda bond Indonesia. Beberapa bank disebut siap mendukung investasi maupun pembelian instrumen tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Selain memperluas sumber pendanaan, panda bond dinilai menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan obligasi berbasis dolar AS. Kondisi itu dinilai menguntungkan pemerintah dalam menjaga efisiensi biaya utang sekaligus memperkuat ketahanan fiskal nasional.

Pemerintah memastikan langkah diversifikasi pembiayaan akan terus diperkuat melalui pengembangan pasar obligasi dan berbagai instrumen pendanaan lainnya. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung penguatan rupiah dalam jangka menengah dan panjang.

Pemerintah juga optimistis strategi tersebut dapat memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap ekonomi Indonesia, terutama di tengah tantangan global yang masih dinamis.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

 

Baca Lainnya

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

1 August 2026 - 02:37 WIB

Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat

31 July 2026 - 08:07 WIB

Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban

31 July 2026 - 02:42 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis