Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Sebut Perempuan Bukan Hanya Penerima, tapi Pelaku Utama Pembangunan Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Peran Muslimat NU dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Gubernur Khofifah Indar Parawansa Apresiasi Peran Pengembang dalam Penyediaan Hunian Layak di Jawa Timur Produksi Beras Awal 2026 Melampaui Konsumsi, Indonesia Punya Cadangan Besar Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi Kemenhub: Mobil Pribadi Diprediksi Jadi Moda Utama Pemudik 2026

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Khofifah Optimistis Tren Ekonomi Jatim Berlanjut di 2026, Didukung Investasi dan PMTB Tumbuh 6,66 Persen

badge-check


Gubernur Khofifah Optimistis Tren Ekonomi Jatim Berlanjut di 2026, Didukung Investasi dan PMTB Tumbuh 6,66 Persen Perbesar

SURABAYA, 9 FEBRUARI 2026 – Ekonomi Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan kinerja yang kuat dan inklusif hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur per 5 Februari 2026, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan IV-2025 tumbuh 5,85 persen year-on-year (y-on-y), mendekati angka 6 persen dibandingkan Triwulan IV-2024.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,33 persen (cumulative-to-cumulative/c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini mencerminkan konsistensi akselerasi ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tersebut ditopang oleh berbagai sektor yang bergerak secara inklusif. Secara y-on-y, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 9,86 persen. 

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh signifikan sebesar 6,66 persen, menandakan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga hingga akhir tahun merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.

"Alhamdulillah hingga penghujung tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim terus bertumbuh. Di tengah berbagai dinamika nasional, Insya Allah perekonomian Jawa Timur terus tumbuh konsisten dan inklusif," ujar Khofifah di Surabaya, Jum'at (6/2). 

Khofifah menambahkan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh kenaikan investasi menandakan tingginya kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap stabilitas serta prospek perekonomian Jawa Timur.

Untuk itu, ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak karena capaian ini dinilainya sebagai bukti resiliensi dan soliditas sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan perekonomian masyarakat hingga akar rumput. 

"Selalu kami sampaikan bahwa penting sekali untuk menjaga iklim investasi di suatu daerah. Untuk itu, diperlukan kerja keras dari semua pihak agar Jawa Timur tetap menjadi favorit bagi investor," terangnya. 

Berdasarkan struktur ekonomi, perekonomian Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 31,32 persen, perdagangan sebesar 18,55 persen, dan pertanian sebesar 10,74 persen. 

Dengan struktur tersebut, Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,06 persen, sekaligus penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,21 persen.

Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 telah mencapai Rp3.403,17 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita Jawa Timur meningkat menjadi Rp80,86 juta.

"Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan dari meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara agregat sepanjang tahun lalu," terangnya. 

Secara c-to-c, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025 adalah sektor Jasa Perusahaan yang tumbuh sebesar 9,24 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kinerja biro dan agen perjalanan wisata sepanjang tahun. 

Selain itu, sektor Akomodasi dan Makan Minum juga mengalami pertumbuhan positif, seiring dengan meningkatnya aktivitas penyediaan makan minum sebagai dampak dari program prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 6,63 persen. Capaian ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan antarwilayah, baik domestik maupun internasional.

Dengan berbagai capaian tersebut, Gubernur Khofifah optimistis tren positif perekonomian Jawa Timur akan terus berlanjut pada awal tahun 2026. Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga stabilitas dan iklim kondusif yang telah terbangun.

“Capaian akhir tahun ini menjadi modal awal yang kuat memasuki tahun 2026. Bukan untuk berpuas diri, tetapi untuk terus memacu kinerja demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Produksi Beras Awal 2026 Melampaui Konsumsi, Indonesia Punya Cadangan Besar

7 March 2026 - 03:41 WIB

Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi

7 March 2026 - 03:38 WIB

Kemenhub: Mobil Pribadi Diprediksi Jadi Moda Utama Pemudik 2026

7 March 2026 - 03:34 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis