Menu

Dark Mode
Khofifah: Paralegal Muslimat NU Harus Jadi Solusi, Bukan Tambah Beban Persoalan di Masyarakat Layanan KUA Diperkuat melalui Inisiatif The Most KUA Penguatan Desa Jadi Strategi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Literasi Keuangan Jadi Fokus Pembinaan Atlet Paralimpiade Gubernur Khofifah: Pasar Murah Bukti Kehadiran Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sambut Ramadhan Kemenko PM Fokus Intervensi Wilayah untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Khofifah: Pasar Murah Bukti Kehadiran Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sambut Ramadhan

badge-check


Gubernur Khofifah: Pasar Murah Bukti Kehadiran Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sambut Ramadhan Perbesar

SURABAYA, 16 FEBRUARI 2026 – Ratusan warga memadati kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau pada kegiatan Pasar Murah yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (15/2). 

Antusiasme tinggi terlihat sejak siang hari, ratusan warga, terutama ibu rumah tangga, memadati lokasi kegiatan dan mengantre secara tertib untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. 

Pelaksanaan Pasar Murah kali ini terasa istimewa karena digelar hanya beberapa hari sebelum umat Muslim memasuki bulan puasa. Yang mana Pasar Murah menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga menjelang Ramadhan.

"Supply aman, stok aman namun antusiasme ini karena kebutuhan meningkat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Puasa," ujarnya. 

Dalam Pasar Murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia pula bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.

"Harga ayam di pasaran 1 kg sudah menembus harga Rp40.000 per kg sedangkan di Pasar Murah kali ini di harga Rp30.000 per kg, Cabe Merah di pasaran seharga Rp40.000 di Pasar Murah ini Rp20.000. Sementara komoditi Cabai Rawit di pasar harganya saat ini Rp.  80.000 per kg,  harga di pasar murah  Rp40.000 per kg," jelasnya. 

Khofifah berharap langkah ini mampu membantu stabilisasi harga khususnya pada periode krusial menjelang Ramadhan serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik. Ia juga meminta distributor dan pemasok mempercepat distribusi guna menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Menurutnya, pasar murah merupakan bagian strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemprov Jatim akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor, serta pelaku usaha guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan stok tetap aman hingga Idul Fitri.

"Masyarakat biasanya menstock lebih banyak Bahan Pokok selama Bulan Ramadhan," ungkapnya. 

Selama Bulan Ramadhan, Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk menggencarkan operasi pasar dan pasar murah di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas ekonomi serta memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

"Insya Allah, stabilitas harga terus kita jaga agar masyarakat dapat menyambut dan menjalankan Ramadhan dengan khusyuk, tenang, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Kemenko PM Fokus Intervensi Wilayah untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

16 February 2026 - 06:44 WIB

Gubernur Khofifah Soroti Kenaikan Cabai Rawit di Pasar Tambakrejo, Dorong Penambahan Suplai MinyaKita

15 February 2026 - 11:24 WIB

Ekspor Gula Aren Pacitan Perkuat Ekonomi Desa

13 February 2026 - 03:50 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis