Menu

Dark Mode
Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Khofifah Soroti Kenaikan Cabai Rawit di Pasar Tambakrejo, Dorong Penambahan Suplai MinyaKita

badge-check


Gubernur Khofifah Soroti Kenaikan Cabai Rawit di Pasar Tambakrejo, Dorong Penambahan Suplai MinyaKita Perbesar

SURABAYA, 15 FEBRUARI 2026 – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tambahrejo, Surabaya, Minggu (15/2) pagi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman serta menjaga stabilitas harga di tengah peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang awal puasa.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pembeli guna memantau kondisi riil di lapangan, khususnya kesiapan pasokan untuk dua hingga tiga hari pertama Ramadhan yang umumnya mengalami lonjakan permintaan.

"Biasanya jika menjelang Ramadhan ada kebutuhan-kebutuhan yang perlu disiapkan untuk keluarga mungkin untuk 2-3 hari di awal ramadhan. Ketika permintaan meningkat dan supply nya standard maka kecenderungan beberapa item mengalami kenaikan," ujar Khofifah. 

Berdasarkan hasil pemantauannya, Gubernur Khofifah menyebut bahwa terjadi beberapa lonjakan harga akibat naiknya permintaan masyarakat. Seperti komoditas cabai rawit, daging ayam dan telur ayam. 

Per Minggu (15/2) tercatat harga daging ayam ras sekitar Rp40.000 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), telur ayam ras Rp32.000 per kilogram dengan HET Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit merah Rp85.000 per kilogram atau berada di atas kisaran HET Rp40.000–57.000 per kilogram.

"Yang paling dirasakan adalah cabai rawit, daging ayam dan telur ayam. Sementara daging sapi di Pasar Tambakrejo ini masih stabil dengan harga 120 ribu/kg untuk daging terbaik. . Sedangkan gula ada kenaikan Rp 500 – Rp 800," ungkap Khofifah. 

Adapun sejumlah komoditas lainnya terpantau dalam kondisi relatif stabil, di antaranya beras premium di kisaran Rp16.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.200 per kilogram, serta gula pasir sekitar Rp17.000 per kilogram.

Khofifah juga memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan minyak goreng, terutama MinyaKita, agar volume pasokannya dapat ditingkatkan di pasar tradisional. Menurutnya, intervensi distribusi yang tepat sasaran dan penambahan suplai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dalam waktu singkat.

Ia menambahkan bahwa momen Megengan yang berlangsung hari ini dan esok hari turut memengaruhi peningkatan pembelian masyarakat. Namun secara historis, harga cenderung kembali stabil setelah memasuki awal Ramadhan.

"Apalagi hari ini momen Megengan, hari ini dan besok. Jadi memang masyarakat ada yang menyetok untuk 2-3 hari ke depan. Tapi biasanya di awal Ramadhan akan kembali normal," tuturnya.

Untuk itu, Khofifah menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya mengambil langkah intervensi guna menjaga stabilisasi harga bahan pokok. Komitmen ini ditegaskan guna memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah tersebut, di tengah dinamika pasar yang kerap berfluktuasi akibat peningkatan konsumsi rumah tangga.

"Mudah-mudahan stabilisasi harga bisa segera dilakukan dengan supply yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Di sela-sela sidak, Khofifah juga melarisi dagangan kue apem milik pedagang di pasar tersebut. Ia menjelaskan bahwa kue apem memiliki makna filosofis dalam tradisi Megengan masyarakat Jawa sebagai simbol permohonan maaf dan ungkapan syukur dalam menyongsong bulan suci.

"Nanti kita akan melaksanakan Megengan di Masjid Al Akbar Surabaya. Karena kebutuhannya sangat banyak dan proses pembuatannya cukup menguras tenaga, saya sengaja membeli apem di pasar ini untuk disiapkan bagi para tamu serta masyarakat yang hadir," pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global

11 April 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Perkuat Regulasi dan Pengawasan SDA

11 April 2026 - 00:44 WIB

Tata Kelola Konstruksi Diperbaiki untuk Tingkatkan Kualitas Proyek

11 April 2026 - 00:40 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis