Menu

Dark Mode
Haul Sunan Ampel ke-549 Jadi Momentum Muhasabah, Khofifah Ajak Perkuat Moral dan Tata Krama Indonesia–Australia Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan Lewat Traktat Strategis BSPS Jadi Solusi Peningkatan Kualitas Hunian Masyarakat Rentan Wamenaker Dorong Hubungan Industrial yang Adil dan Berkelanjutan Puluhan Juta Warga Terlindungi dari Penipuan Berkat Sistem Anti-Spam Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Jadi Panduan Transisi Ekonomi Hijau

Keagamaan

Haul Sunan Ampel ke-549 Jadi Momentum Muhasabah, Khofifah Ajak Perkuat Moral dan Tata Krama

badge-check


Haul Sunan Ampel ke-549 Jadi Momentum Muhasabah, Khofifah Ajak Perkuat Moral dan Tata Krama Perbesar

SURABAYA, 6 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi hadir dalam Haul Agung ke-549 Sunan Ampel di kawasan Makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (6/2) malam.

Gubernur Khofifah yang hadir didampingi cucunya Aisyah Nabila atau Aila tampak khusyuk memanjatkan doa, dzikir dan tahlil di depan pusara Sunan Ampel bersama ribuan jema'ah dan peziarah lainnya.

Gubernur Khofifah secara khusus dalam sambutannyan mengajak seluruh peziarah yang hadir untuk meneladani kesantunan, akhlakul karimah dan tata krama yang menjadi ciri khas ajaran Sunan Ampel. 

"Bersyukurlah kita bahwa Allah menurunkan lima dari sembilan Wali Songo di Jawa Timur. Para Waliyullah inilah yang menuntun kita untuk membaca Sholawat, berdzikir dan secara khusus Sunan Ampel mengajarkan kita tentang kesantunan, akhlakul Karimah dan tata krama yang patut menjadi patokan kita," ajak Gubernur Khofifah.

Sebagaimana diketahui, Sunan Ampel atau Raden Rahmat Sayyid Ali Rahmatullah merupakan salah satu Wali Sembilan yang lebih dikenal Wali Songo yang memiliki peran sangat besar dalam sejarah Islam di tanah Jawa, khususnya di Jawa Timur.

Nilai utama yang diajarkan Sunan Ampel adalah Islam yang berakhlak, damai, dan menyejukkan. Prinsip falsafah ajaran moral  Moh Limo Sunan Ampel yakni menjauhi lima perkara tercela, menjadi fondasi moral masyarakat.

Lima perkara tersebut adalah : moh main (tidak mau berjudi) ; moh ngombe (tidak mau minum minuman keras /mabuk); moh maling (tidak mau mencuri) : moh madat (tidak mau mengkonsumsi candu/narkoba) dan terakhir moh madon (tidak mau berzina).

"Hal ini sekaligus menegaskan bahwa dakwah Islam tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan tatanan sosial yang berkeadaban," lanjut Gubernur Jatim. 

Untuk itu, peringatan Haul Agung ini juga menjadi momentum muhasabah bersama dalam meneladani akhlak para wali dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pemimpin, aparatur negara, maupun sebagai masyarakat.

"Mudah-mudahan langkah, pikiran dan hati kita akan selalu berseiring dengan apa yang telah diteladankan oleh Sunan Ampel," ucap Khofifah. 

Di akhir, Gubernur Khofifah juga memanjatkan do'a keberkahan bagi seluruh peziarah serta secara umum bagi Jawa Timur dan Indonesia.

"Mudah-mudahan semua yang hadir disini akan diberi keberkahan rezeki, hati, ilmu, keluarga dan anak-anak kita. Barokah untuk Jawa Timur, barokah Indonesia," pungkasnya. 

Turut hadir dalam Haul Agung ke-549 Sunan Ampel, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indri Yani, Ibu Nyai Hj. Khomsatun, Ibu Syarifah Suud Ba'agil, Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah serta para keluarga Sayyid Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel serta ratusan peziarah dari seluruh daerah di Jawa Timur.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Pastikan Stadion Gajayana Layak dan Aman Sambut Mujahadah Kubro 1 Abad NU

5 February 2026 - 05:36 WIB

Gubernur Khofifah Ingatkan PPIH Embarkasi Surabaya Layani Jemaah Haji dengan Hati dan Integritas

4 February 2026 - 10:11 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Pesantren Cetak Santri Qur’ani Berakhlak Mulia di Bangkalan

1 February 2026 - 09:41 WIB

Berita Populer di Keagamaan