Menu

Dark Mode
Menaker: BHR 2026 Harus Diberikan dengan Mekanisme yang Jelas dan Adil Khofifah Indar Parawansa Lantik Ramdan Denny Prakoso sebagai Ketua PW IKA Unair DKI Jakarta Murid SD dan SMP Siap Ikuti Gladi Bersih Sebelum TKA 2026 Utama Musim Kering 2026 Diproyeksikan Dimulai April dan Mencapai Puncak Agustus Menteri PPPA: Modul TPKS Polri Kunci Tingkatkan Penanganan Kekerasan Seksual Wamen Komdigi: Hak atas Data Digital Warga Harus Dilindungi di Era AI

Politik & Pemerintahan

KPK-ACA Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Global dalam Pencegahan Korupsi

badge-check


KPK-ACA Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Global dalam Pencegahan Korupsi Perbesar

Jakarta – Upaya pemberantasan korupsi kian menegaskan dirinya sebagai agenda global. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan Anti-Corruption Agency (ACA) Uzbekistan sepakat memperkuat kemitraan strategis melalui pemanfaatan teknologi digital, pendidikan antikorupsi, serta pencegahan korupsi di sektor bisnis.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari ACI Regional Conference 2025 sekaligus dukungan nyata KPK terhadap agenda reformasi antikorupsi di Uzbekistan. “Indonesia dan Uzbekistan telah bekerja sama di sejumlah bidang. Sinergi ini memberi pesan penting: semangat perbaikan sekaligus komitmen kami agar perjuangan melawan korupsi semakin terhubung dalam jejaring global yang solid,” tegas Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, saat menerima delegasi ACA Uzbekistan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (26/9/2025).

Menurut Agus, kedua negara memiliki tujuan sama, yakni menutup celah penyalahgunaan dalam tata kelola negara. Upaya ini dipertegas dengan langkah KPK memperkuat Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) agar dunia usaha berjalan transparan, berkeadilan, dan bebas praktik suap. “Pendidikan antikorupsi adalah investasi jangka panjang untuk menanamkan nilai integritas sejak dini,” ujarnya.

Data Transparency International 2024 menempatkan Uzbekistan di peringkat 121 dari 180 negara dengan skor 32/100 pada Indeks Persepsi Korupsi (CPI). Kolaborasi dengan KPK diharapkan menjadi katalis perbaikan tata kelola.

Wakil Direktur ACA Uzbekistan, Umida Abdilovna Tukhtasheva, menegaskan ketertarikan lembaganya pada strategi pendidikan dan pencegahan KPK. “Kami memiliki sejumlah agenda penting yang terfokus pada keterlibatan masyarakat. Untuk itu, kami ingin memperkuat kerja sama terutama di sektor bisnis,” katanya.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dengan fokus pada pertukaran praktik baik, riset berbasis teknologi, serta strategi pendidikan antikorupsi lintas negara.

Sejak berdiri pada 2022, ACA Uzbekistan berstatus independen dan melapor langsung kepada Presiden. Lembaga ini telah membangun sistem kontrol, kampanye kesadaran publik, hingga ACA Academy untuk memperluas pendidikan antikorupsi.

KPK menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ini tidak hanya simbolis, tetapi juga strategis untuk memperkuat deteksi titik rawan korupsi, meningkatkan keterlibatan masyarakat sipil, serta membangun tata kelola publik dan bisnis yang lebih transparan.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Sertipikat Aset Pemerintah dan Tempat Ibadah Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan

4 March 2026 - 07:05 WIB

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Soroti Kekuatan Kolaborasi Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya di Rapim 2026

4 March 2026 - 01:43 WIB

Pemerintah Siapkan Langkah Pengawasan Ketat Stok Pangan Menjelang Lebaran

3 March 2026 - 04:22 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan