Menu

Dark Mode
Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau Kekeringan Meluas di Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pencarian Sumber Air Permanen hingga Pembangunan Embung Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia

Sosial & Budaya

Menkomdigi Tekankan Kualitas Layanan di Tengah WFH

badge-check


Menkomdigi Tekankan Kualitas Layanan di Tengah WFH Perbesar

Jakarta, Petik — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat tidak boleh mengganggu kualitas layanan publik kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan. Meski demikian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga secara optimal.

Menkomdigi menekankan bahwa setiap instansi pemerintah wajib memastikan layanan tetap berjalan, baik secara daring maupun luring. Masyarakat harus tetap dapat mengakses layanan dengan mudah, cepat, dan berkualitas tanpa terpengaruh oleh penyesuaian sistem kerja.

Dalam pelaksanaannya, pengaturan teknis WFH diserahkan kepada masing-masing instansi dengan mempertimbangkan karakteristik layanan yang diberikan. Namun, layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus tetap tersedia dan tidak mengalami penurunan kualitas.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan layanan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong optimalisasi sistem layanan berbasis digital agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif di tengah keterbatasan mobilitas.

Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya membangun budaya kerja baru yang lebih adaptif dan efisien. Dengan sistem kerja fleksibel yang didukung teknologi, pemerintah berharap produktivitas tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Melalui langkah tersebut, pemerintah optimistis transformasi sistem kerja dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah tetap terjaga.

Baca Lainnya

Kekeringan Meluas di Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pencarian Sumber Air Permanen hingga Pembangunan Embung

18 September 2026 - 01:35 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM

17 September 2026 - 12:13 WIB

Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan

17 September 2026 - 06:00 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya