Menu

Dark Mode
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu BI Mengajar 2026 di SMAN Taruna Nala, Khofifah dan Destry Damayanti Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

Sosial & Budaya

Menkomdigi Tekankan Kualitas Layanan di Tengah WFH

badge-check


Menkomdigi Tekankan Kualitas Layanan di Tengah WFH Perbesar

Jakarta, Petik — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat tidak boleh mengganggu kualitas layanan publik kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan. Meski demikian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga secara optimal.

Menkomdigi menekankan bahwa setiap instansi pemerintah wajib memastikan layanan tetap berjalan, baik secara daring maupun luring. Masyarakat harus tetap dapat mengakses layanan dengan mudah, cepat, dan berkualitas tanpa terpengaruh oleh penyesuaian sistem kerja.

Dalam pelaksanaannya, pengaturan teknis WFH diserahkan kepada masing-masing instansi dengan mempertimbangkan karakteristik layanan yang diberikan. Namun, layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus tetap tersedia dan tidak mengalami penurunan kualitas.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan layanan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong optimalisasi sistem layanan berbasis digital agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif di tengah keterbatasan mobilitas.

Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya membangun budaya kerja baru yang lebih adaptif dan efisien. Dengan sistem kerja fleksibel yang didukung teknologi, pemerintah berharap produktivitas tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Melalui langkah tersebut, pemerintah optimistis transformasi sistem kerja dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah tetap terjaga.

Baca Lainnya

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu

3 August 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional

2 August 2026 - 07:42 WIB

Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga

2 August 2026 - 03:55 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya