Menu

Dark Mode
Panduan dan Bahan Ajar Antikorupsi Diluncurkan untuk Dukung Pendidikan Berkarakter di Indonesia Regulasi Baru Jabatan Fungsional Pranata Humas Diharapkan Tingkatkan Kinerja Komunikasi Pemerintah Mendes PDT Optimistis Desa Bisa Jadi Kekuatan Utama Pembangunan Nasional Dinsos Gresik Fokuskan Validasi Data untuk Menentukan Siswa Sekolah Rakyat Gubernur Khofifah Ajak Organda Bangun Sistem Angkutan Modern untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional Sowan Masyayikh Thariqah Jadi Langkah JATMAN Jombang Perkuat Pembinaan Akhlak dan Nilai Kebangsaan

Politik & Pemerintahan

Pemerintah Matangkan Kementerian Haji dan Umrah, Fokus Tingkatkan Layanan Jamaah

badge-check


Pemerintah Matangkan Kementerian Haji dan Umrah, Fokus Tingkatkan Layanan Jamaah Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mematangkan rencana pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Hal ini dibahas dalam rapat antara Wakil Menteri (Wamen) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto dan Wameni Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta pada Selasa (9/9/2025).

Rapat tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tata kelola kelembagaan baru berjalan efektif, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah.

Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan tindak lanjut dari perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Nantinya, kementerian ini akan mengonsolidasikan kewenangan yang sebelumnya tersebar di berbagai unit, termasuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji (BPH), hingga unit kerja di kantor wilayah Kementerian Agama di daerah.

Wamen PANRB Purwadi Arianto menjelaskan bahwa konsolidasi kelembagaan ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada jamaah. Ia menekankan bahwa struktur baru diharapkan memangkas birokrasi yang berbelit, sehingga pelayanan bisa lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi dari pusat hingga daerah.

“Harapan kita bersama, Kementerian Haji dan Umrah dapat dirancang dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga benar-benar menghadirkan peningkatan kualitas layanan bagi jamaah,” ujar Purwadi dalam keterangan yang diterima.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya kejelasan dalam tata kelola pengawasan serta pengaturan peralihan pegawai. Pemerintah ingin memastikan bahwa proses transisi menuju kementerian baru tidak mengganggu layanan yang sudah berjalan. Kejelasan status sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci agar integrasi kelembagaan berlangsung lancar.

Dengan adanya kementerian baru ini, pemerintah berkomitmen menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang lebih profesional, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Kementerian Haji dan Umrah diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan jamaah akan layanan yang lebih efisien dan terkoordinasi, sejalan dengan tuntutan zaman dan meningkatnya jumlah jamaah dari tahun ke tahun.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ajak LKS di Jatim Perkuat Gotong Royong dan Kesetiakawanan Sosial

10 May 2026 - 01:00 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran Buruh Rokok dalam Menjaga Perekonomian Jatim melalui Program BLT DBHCHT 2026

9 May 2026 - 10:39 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Instalasi Karantina Terpadu di Sidoarjo untuk Pangkas Dwelling Time dan Biaya Logistik

9 May 2026 - 02:00 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis