Jakarta, Petik – Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dipastikan siap dilaksanakan secara nasional dengan menggunakan sistem ujian berbasis komputer yang menekankan kejujuran serta suasana yang nyaman bagi peserta didik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai evaluasi yang objektif dan humanis, bukan untuk memberi tekanan kepada siswa.
Pelaksanaan TKA 2026 akan digelar serentak di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Mataram, dengan dukungan infrastruktur digital dari masing-masing sekolah. Penerapan sistem komputerisasi ini bertujuan meningkatkan transparansi, akurasi, serta efisiensi dalam proses penilaian.
Mendikdasmen juga mengimbau siswa agar mengerjakan ujian dengan jujur dan percaya diri. Ia menekankan bahwa TKA bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan akademiknya dalam suasana yang tetap menyenangkan.
Ujian TKA 2026 dijadwalkan berlangsung pada April, dimulai dari jenjang SMP di awal bulan, kemudian dilanjutkan jenjang SD pada pertengahan hingga akhir April.
Sejumlah daerah telah melakukan persiapan teknis, seperti simulasi dan gladi bersih, untuk memastikan kesiapan perangkat dan peserta. Di Surabaya, pelaksanaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas perangkat sekolah agar tetap menjaga kualitas dan keadilan. Sementara itu, di Mataram, pemerintah daerah memastikan kesiapan sekolah dari sisi fasilitas maupun kesiapan siswa.
TKA 2026 merupakan bagian dari sistem evaluasi pendidikan nasional yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara terstandar, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi. Hasilnya juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan dalam jalur prestasi ke jenjang pendidikan berikutnya.
Dengan mengedepankan kejujuran, kenyamanan, dan pemanfaatan teknologi, pemerintah berharap pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.






















