Menu

Dark Mode
Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Konstruksi Diperbaiki untuk Tingkatkan Kualitas Proyek

badge-check


Tata Kelola Konstruksi Diperbaiki untuk Tingkatkan Kualitas Proyek Perbesar

Jakarta, Petik — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat tata kelola dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi untuk menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.

Upaya ini dilakukan guna meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menilai bahwa kualitas SDM dan tata kelola yang baik menjadi faktor utama keberhasilan proyek infrastruktur.

Penguatan tata kelola difokuskan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, sistem pengadaan dan pengawasan terus diperbaiki agar setiap proyek berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, pengembangan SDM menjadi prioritas melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Pelatihan, sertifikasi, dan penguatan kapasitas profesional terus didorong agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kementerian PU juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembinaan jasa konstruksi. Kolaborasi ini diperlukan agar regulasi, standar kualitas, dan implementasi di lapangan dapat berjalan selaras.

Selain itu, pemanfaatan teknologi modern turut didorong, termasuk penggunaan sistem digital dalam pelaksanaan proyek. Teknologi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat pembangunan, dan mengurangi risiko kesalahan.

Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis sektor jasa konstruksi Indonesia akan semakin kuat dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global

11 April 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Perkuat Regulasi dan Pengawasan SDA

11 April 2026 - 00:44 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Program MBG

10 April 2026 - 03:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis