SURABAYA, 1 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono yang juga lengkap Pelaku Bisnis Australia serta Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/3) malam.
Disambut dengan hangat, kedatangan para rombongan ini dikatakan Gubernur Khofifah sangat strategis untuk mempererat kerja sama bilateral Jawa Timur dengan Australia khususnya untuk perkembangan industri kulit Jawa Timur.
"Ini a new hope harapan baru bagi kita, Pak Dubes membantu kami membangun konektivitas membuka peluang peluang untuk bisa berkembang lebih baik di industri kulit," kata Gubernur Khofifah yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Selain itu, juga membuka peluang kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan, terutama di sektor industri pengolahan dan perdagangan, termasuk industri kulit yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan bersama.
"Pak Dubes ini memberikan ruang bagi Jawa Timur untuk bisa mengakses kulit karena industri kulit kita membutuhkan suplai yang lebih besar dan beliau membantu konektivitas untuk penyediaan baik untuk industri maupun untuk rambak," terangnya.
Gubernur Khofifah mengungkapkan Jawa Timur sendiri merupakan salah satu sentra utama industri kulit nasional yang terkonsentrasi di Sidoarjo, Magetan, serta Pasuruan dan sekitarnya. Industri ini mencakup beberapa sektor, mulai dari penyamakan kulit, produksi alas kaki, tas, dan produk turunannya.
"Maka support raw material untuk industri kulit ini masih sangat dibutuhkan," imbuhnya.
Kunjungan ini diharapkan akan menjadi pintu masuk dan harapan bagi pelaku industri yang menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan bahan baku kulit berkualitas, kebutuhan modernisasi teknologi produksi, serta tuntutan peningkatan standar kualitas untuk pasar memenuhi pasar ekspor.
"Disampaikan Pak Dubes bahwa Australia itu penyuplai daging untuk Timur Tengah jadi standarnya sudah standart halal, dan penyembelihan – penyembelihan disana sudah dilakukan sesuai dengan kaidah syariah, ini menjadi penting bagi kita yang Muslim bahwa ada jaminan prosesnya dilakukan secara halal," jelasnya.
Ke depan, kerja sama dengan Australia diharapkan semakin strategis, khususnya dalam penyediaan bahan baku kulit berkualitas tinggi, transfer teknologi pengolahan, serta investasi di sektor hilirisasi industri kulit.
Sehingga diharapkan industri kulit di Jawa Timur bisa membuka peluang pasar lebih besar baik di dalam maupun luar negeri dengan support bahan baku yang halal.
"Karena yang kita datangkan bukan barang konsumsi tapi row material yang akan diproduksi," katanya.
Gubernur Khofifah menilai hubungan Indonesia dan Australia perlu terus diarahkan pada kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, serta berorientasi pada penguatan rantai pasok industri.
Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Australia menunjukkan karakter yang saling melengkapi (complementary trade), meskipun dalam beberapa tahun terakhir masih mencatatkan neraca perdagangan yang defisit bagi Jawa Timur.
"Dan saya rasa ini juga akan menjadi hal positif untuk peningkatan produktivitas industri kulit di Jawa Timur agar bisa semakin berkembang," ucapnya.
Sementara itu, tren investasi di Jawa Timur terus meningkat seiring stabilitas ekonomi daerah, kemudahan perizinan melalui OSS, serta dukungan kebijakan investasi dari Pemerintah Provinsi.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan PMTB sebesar 6,66% yang menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap Jawa Timur sebagai tujuan investasi strategis.
Kemudian secara geografis dan ekonomi, Jawa Timur menjadi Center of Gravity sekaligus Gerbang Baru Nusantara yang menyuplai hampir 80% logistik Indonesia Timur. Hal ini didukung dengan adanya 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 Kawasan Industri, 1 Kawasan Industri Halal, 7 bandara, 37 pelabuhan, dan 12 ruas jalan tol.
"Lokasi strategis dan infrastruktur logistik yang tangguh, menjadikan Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai pusat utama perdagangan, pendidikan, dan konektivitas di Kawasan Timur Indonesia. Posisi ini menjadikan Jawa Timur mitra potensial bagi negara sahabat, termasuk Australia," jelasnya.
Orang nomor satu di Jatim ini menegaskan Jawa Timur siap menjadi mitra strategis Australia di Indonesia dengan keunggulan pada sektor industri, perdagangan, dan konektivitas regional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap momentum ini dapat ditindaklanjuti secara konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan industri kulit di Jawa Timur.
"Semoga kunjungan ini semakin mempererat hubungan baik yang telah terjalin dan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat kedua pihak," harapnya.
Sementara itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono mengatakan bisnis Indonesia dengan Australia untuk Sapi memang cukup besar.
Kunjungannya kali ini dengan membawa serta Pelaku Bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) merupakan bagian dari tour yang diselenggarakan untuk mengajak APKI melihat abatoar atau rumah potong hewan di Australia yang khusus untuk produk halal.
"Kita mendukung industri kulit di Indonesia baik untuk kulit sepatu, maupun tas dan sebagainya ataupun untuk makanan," kata Siswo Pramono.
Ia memastikan bahwa rumah-rumah potong hewan di Australia yang khusus untuk produk halal sudah menjalankan prosedur penyembelihan hewan secara syariah. Sehingga kehalalannya sudah dapat dipastikan. Karena Australia sendiri merupakan penyuplai daging untuk kawasan Timur Tengah.
"Ini yang kami bawa kesini untuk menciptakan sinergi, ini adalah tour yang kedua, tour yang pertama kita bawa teman-teman dari sini untuk melihat di Australi yang tour kedua ini kita bawa pengusaha Australia untuk melihat potensi di Indonesia," katanya.
"Jadi kita beli kulitnya tapi mereka akan investasi di industri kulit di kita jadi win win," imbuhnya.
Hadir pula dalam kunjungan ini Minister Counsellor Economic Affairs, KBRI Canberra, Bapak Muhammad Iqbal Maulana, Consul-General of Australia di Surabaya, Mr. Glen Askew, Logistics Manager Aztech Investments Pty Ltd, Mr. Max Edward Li, Businesss Development Director Austrade Aris Pratama.























