Maros, Petik – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) meresmikan program penyerapan gabah di Kabupaten Maros sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Program ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani padi.
Menko Pangan menyampaikan bahwa penyerapan gabah merupakan instrumen penting dalam melindungi petani dari gejolak harga, khususnya saat musim panen raya. Melalui program ini, hasil panen petani dapat terserap secara maksimal sehingga risiko penurunan harga di tingkat produsen dapat diminimalkan.
Selain melindungi petani, program penyerapan gabah juga ditujukan untuk memperkuat cadangan pangan nasional. Dengan pengelolaan stok yang terencana dan terukur, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan beras agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Menko Pangan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan program tersebut. Kerja sama yang solid dinilai menjadi kunci agar penyerapan gabah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui peluncuran program penyerapan gabah di Maros, pemerintah optimistis sektor pertanian, khususnya komoditas padi, akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan nasional serta stabilitas ekonomi daerah.



















