Menu

Dark Mode
Jejaring Alumni UNAIR Jadi Jembatan Kolaborasi Jatim–Kaltara, Gubernur Khofifah Buka Peluang Pendidikan hingga Peternakan Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hidup Aktif, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Inklusif di Jatim Maulidurrasul dan Harlah Ke-80 Muslimat NU, Gubernur Khofifah Serukan Penguatan Peran Perempuan untuk Perdamaian Dunia Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas

Sosial & Budaya

PU Optimalkan Pengelolaan Air untuk Hadapi Musim Kering

badge-check


PU Optimalkan Pengelolaan Air untuk Hadapi Musim Kering Perbesar

Jakarta, Petik — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan strategi mitigasi terpadu untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026 yang diperkirakan datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Pemerintah menilai kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi berdampak besar terhadap ketahanan air, pangan, dan lingkungan. Risiko kekeringan diperkirakan akan memberi tekanan pada sektor pertanian, sumber daya air, hingga lingkungan hidup.

Untuk itu, Kementerian PU telah merancang langkah yang terencana dan terintegrasi, termasuk optimalisasi pengelolaan tampungan air dengan sistem distribusi berbasis prioritas dan data agar pemanfaatannya lebih efisien.

Penguatan jaringan irigasi juga menjadi fokus utama guna mengurangi kehilangan air serta memastikan distribusi hingga ke lahan pertanian berjalan optimal. Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana terus ditingkatkan agar infrastruktur dapat berfungsi maksimal saat dibutuhkan.

Penyesuaian pola tanam turut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi iklim dan ketersediaan air di tiap wilayah, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi kemarau panjang.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan dan jaringan irigasi terus dipercepat. Optimalisasi fungsi bangunan air juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan bahwa mitigasi kemarau tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait agar dampaknya tidak berkembang menjadi krisis.

Dengan langkah terpadu ini, pemerintah optimistis dampak kemarau panjang 2026 dapat diminimalkan, sehingga ketahanan air, pangan, dan lingkungan tetap terjaga di tengah perubahan iklim.

Baca Lainnya

Jejaring Alumni UNAIR Jadi Jembatan Kolaborasi Jatim–Kaltara, Gubernur Khofifah Buka Peluang Pendidikan hingga Peternakan

9 September 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hidup Aktif, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Inklusif di Jatim

9 September 2026 - 07:17 WIB

Maulidurrasul dan Harlah Ke-80 Muslimat NU, Gubernur Khofifah Serukan Penguatan Peran Perempuan untuk Perdamaian Dunia

9 September 2026 - 01:20 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya