Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya Kuasai Hampir Separuh Mangrove Jawa, Gubernur Khofifah Minta Momen Hari Mangrove Sedunia Jadi Aksi Nyata Kolaboratif Diperkuat Simulasi Standar Internasional, Gubernur Khofifah Targetkan Kontingen LKS Jatim Raih Minimal 20 Emas Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

Sosial & Budaya

PU Optimalkan Pengelolaan Air untuk Hadapi Musim Kering

badge-check


PU Optimalkan Pengelolaan Air untuk Hadapi Musim Kering Perbesar

Jakarta, Petik — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan strategi mitigasi terpadu untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026 yang diperkirakan datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Pemerintah menilai kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi berdampak besar terhadap ketahanan air, pangan, dan lingkungan. Risiko kekeringan diperkirakan akan memberi tekanan pada sektor pertanian, sumber daya air, hingga lingkungan hidup.

Untuk itu, Kementerian PU telah merancang langkah yang terencana dan terintegrasi, termasuk optimalisasi pengelolaan tampungan air dengan sistem distribusi berbasis prioritas dan data agar pemanfaatannya lebih efisien.

Penguatan jaringan irigasi juga menjadi fokus utama guna mengurangi kehilangan air serta memastikan distribusi hingga ke lahan pertanian berjalan optimal. Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana terus ditingkatkan agar infrastruktur dapat berfungsi maksimal saat dibutuhkan.

Penyesuaian pola tanam turut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi iklim dan ketersediaan air di tiap wilayah, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi kemarau panjang.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan dan jaringan irigasi terus dipercepat. Optimalisasi fungsi bangunan air juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan bahwa mitigasi kemarau tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait agar dampaknya tidak berkembang menjadi krisis.

Dengan langkah terpadu ini, pemerintah optimistis dampak kemarau panjang 2026 dapat diminimalkan, sehingga ketahanan air, pangan, dan lingkungan tetap terjaga di tengah perubahan iklim.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya

26 July 2026 - 09:42 WIB

Kuasai Hampir Separuh Mangrove Jawa, Gubernur Khofifah Minta Momen Hari Mangrove Sedunia Jadi Aksi Nyata Kolaboratif

26 July 2026 - 01:31 WIB

Diperkuat Simulasi Standar Internasional, Gubernur Khofifah Targetkan Kontingen LKS Jatim Raih Minimal 20 Emas

25 July 2026 - 09:21 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya