Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Dampingi Wapres Gibran Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok di Tuban TKA Dirancang Humanis: Fokus pada Proses Belajar dan Karakter Siswa Khofifah Indar Parawansa Lanjutkan Sapa Bansos Ramadan, Bantuan Rp8,35 Miliar Disalurkan di Tuban Meutya Hafid Pimpin Sidak Meta, Minta Transparansi Moderasi Konten Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat BPJPH Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi dalam Layanan Sertifikasi Halal

Sosial & Budaya

Puskesmas Pante Raya Bener Meriah Siaga Layani Kesehatan Pengungsi

badge-check


Puskesmas Pante Raya Bener Meriah Siaga Layani Kesehatan Pengungsi Perbesar

Jakarta – Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh membawa dampak serius terhadap lingkungan serta kesehatan warga yang kini masih bertahan di posko pengungsian. Kondisi pascabencana tersebut menuntut pemantauan kesehatan secara berkelanjutan guna mencegah munculnya berbagai penyakit di tengah pengungsian.

Kepadatan hunian, perubahan aktivitas harian, serta lingkungan yang belum sepenuhnya pulih menjadi faktor meningkatnya risiko gangguan kesehatan bagi para pengungsi. Menyikapi situasi ini, Puskesmas Pante Raya mengambil langkah dengan memperkuat layanan kesehatan di lokasi pengungsian agar kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dengan baik.

Kepala Puskesmas Pante Raya, Gunawan Arianto, menyampaikan bahwa pemantauan kesehatan dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan jarak dan akses menuju masing-masing posko pengungsian.

“Untuk posko yang jaraknya dekat, kami lakukan kunjungan setiap hari. Sementara posko yang lokasinya lebih jauh kami datangi dua hari sekali,” ujar Gunawan dalam keterangan resminya, Sabtu (20/12/2025).

Dari hasil pemeriksaan di tiga titik pengungsian, tercatat sekitar 600 kasus keluhan kesehatan. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan hipertensi. Data tersebut menjadi dasar bagi puskesmas untuk memperkuat layanan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Tenaga kesehatan turut melakukan pendampingan langsung dengan memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta membagikan suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh pengungsi. Selain itu, masker juga dibagikan kepada warga yang mengalami batuk atau menunjukkan gejala gangguan pernapasan sebagai upaya mencegah penularan penyakit.

Seiring waktu, sebagian pengungsi mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti berkebun dan membersihkan rumah pada pagi hingga siang hari. Meski demikian, pemantauan kesehatan tetap dilakukan mengingat kondisi lingkungan pascabencana masih dalam proses pemulihan.

Masyarakat pun diimbau untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke posko kesehatan atau puskesmas apabila mengalami keluhan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan sekecil apa pun. Jika merasa tidak sehat, segera datang ke posko atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan sejak dini. Kami siap memberikan pelayanan,” tutup Gunawan.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Dampingi Wapres Gibran Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok di Tuban

6 March 2026 - 13:18 WIB

TKA Dirancang Humanis: Fokus pada Proses Belajar dan Karakter Siswa

6 March 2026 - 07:11 WIB

Khofifah Indar Parawansa Lanjutkan Sapa Bansos Ramadan, Bantuan Rp8,35 Miliar Disalurkan di Tuban

6 March 2026 - 05:57 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya