Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Kukuhkan Prof. Amany Lubis Pimpin APMNU, Perkuat Fondasi Organisasi dan Khidmah Keilmuan Gubernur Khofifah Optimistis Tren Ekonomi Jatim Berlanjut di 2026, Didukung Investasi dan PMTB Tumbuh 6,66 Persen Gubernur Khofifah Dorong Jurnalisme Berkualitas di Peringatan Hari Pers Nasional 2026 Kemendikdasmen Optimistis Kolaborasi Global Tingkatkan Kualitas Guru Wamenag Tekankan Fungsi Kemanusiaan Rumah Ibadah OJK Fokus Jaga Stabilitas Industri ITSK dan Aset Digital

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Kukuhkan Prof. Amany Lubis Pimpin APMNU, Perkuat Fondasi Organisasi dan Khidmah Keilmuan

badge-check


Gubernur Khofifah Kukuhkan Prof. Amany Lubis Pimpin APMNU, Perkuat Fondasi Organisasi dan Khidmah Keilmuan Perbesar

SURABAYA, 9 FEBRUARI 2026 – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Professor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) serta mengukuhkan pengurus APMNU yang digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Jum'at (6/2) malam. 

Rakornas yang diikuti para profesor Muslimat NU dari berbagai daerah di Indonesia dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi itu berlangsung secara sederhana dan bersahaja. 

Rakornas ini menjadi forum konsolidasi gagasan sekaligus penguatan peran perempuan ulama dan akademisi Muslimat NU dalam merespons berbagai tantangan zaman. Selain membahas Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi, pertemuan juga menjadi ruang pertukaran pemikiran strategis terkait kontribusi keilmuan bagi masyarakat.

Dalam Rakornas tersebut, Khofifah mengajak para profesor Muslimat NU untuk memperkuat peran strategis kalangan intelektual perempuan dalam memberikan kontribusi pemikiran, penguatan nilai keagamaan moderat, serta solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

Sebab, menurutnya, kehadiran para akademisi perempuan NU harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

“Para profesor Muslimat NU memiliki kapasitas keilmuan yang sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana ilmu tersebut dibumikan, memberi solusi nyata, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, forum intelektual tidak harus selalu berlangsung dalam suasana formal. Ruang dialog yang hangat dan egaliter justru dapat melahirkan gagasan yang jernih serta keputusan yang bijaksana.

“Para professor Muslimat NU adalah sosok-sosok dengan kapasitas keilmuan yang tinggi. Namun kekuatan NU juga terletak pada tradisi kebersamaan dan kesederhanaan. Ini menjadi simbol bahwa intelektualitas dan kerakyatan bisa berjalan beriringan,” ujar Khofifah.

Ia juga mengapresiasi Rakornas Asosiasi Professor Muslimat NU yang membahas PD/PRT sebagai fondasi penting dalam memperkuat organisasi secara struktural dan kultural. Menurutnya, perumusan aturan dasar yang kokoh akan menjadi pijakan bagi kontribusi nyata para professor Muslimat NU dalam pembangunan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengukuhkan Asosiasi Professor Muslimat NU yang dipimpin oleh Prof. Dr. Amany Lubis . Khofifah berharap Asosiasi Professor Muslimat NU dapat terus menjadi ruang pengabdian keilmuan yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.

“Ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika dibumikan dengan ketulusan, kesederhanaan, dan semangat khidmah. Inilah nilai yang terus kita rawat bersama di Muslimat NU,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Jurnalisme Berkualitas di Peringatan Hari Pers Nasional 2026

9 February 2026 - 02:51 WIB

Kemendikdasmen Optimistis Kolaborasi Global Tingkatkan Kualitas Guru

9 February 2026 - 01:25 WIB

Wamenag Tekankan Fungsi Kemanusiaan Rumah Ibadah

8 February 2026 - 23:46 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya