Jakarta, Petik – Presiden menegaskan posisi strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung pembangunan nasional. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri Tahun 2026 yang sekaligus menjadi ajang evaluasi kinerja kedua institusi.
Presiden menyampaikan bahwa TNI dan Polri memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara di tengah tantangan nasional maupun global yang semakin dinamis. Profesionalisme, soliditas, serta sinergi antara TNI dan Polri dinilai menjadi faktor kunci dalam menghadapi berbagai potensi ancaman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Selain menekankan peran strategis, Presiden juga mendorong dilakukannya evaluasi kinerja secara menyeluruh guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi TNI–Polri. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan untuk memperkuat institusi yang modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Presiden turut mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi netralitas, disiplin, serta kepatuhan terhadap hukum dalam setiap pelaksanaan tugas. TNI dan Polri juga diminta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta tata kelola organisasi agar mampu menjalankan peran strategis secara optimal.
Melalui Rapim TNI–Polri 2026, Presiden berharap kedua institusi semakin memperkuat sinergi dan profesionalisme sehingga dapat menjaga stabilitas nasional, mendukung agenda pembangunan, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dihimpun: Infopublik.id




















